Senin, 10 Oktober 2016

Sinopsis Mohabbatein Jumat 14 Oktober 2016 - Episode 76

Sinopsis Mohabbatein Jumat 14 Oktober 2016 - Episode 76




Sinopsis Mohabbatein Episode 76 - Ishita teringat ketika Raman mendukungnya di pesta, juga ketika menamparnya dengan keras, Ishita merasa reaksinya sangat berlebihan ke Raman “Jika Raman tak ikut campur, maka permasalahannya akan menjadi semakin buruk kemarin, aku harus minta maaf pada Raman” ujar Ishita, sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra saat itu Raman sedang mandi dan tiba tiba airnya mati, kebetulan tubuh Raman masih penuh dengan sabun, Raman kemudian berteriak memanggil ibunya, adiknya, kebetulan saat itu Rummi masuk ke dalam kamarnya, Raman mendengar suara Rummi dan memanggilnya tapi Rummi tak mendengar panggilan Raman, Rummi mengira kalau Raman sudah pergi, Rummi segera berlalu dari kamar Raman, sementara Raman mengira kalau Rummi masih berada di kamarnya “Rummi, tolong ambilkan air !” kebetulan Ishita yang memasuki kamar,

Ishita tak menemukan Raman disana “Mungkin ia sedang mandi” ujar Ishita sambil mengeluarkan baju Raman dari dalam lemari dan menyiapkannya di atas tempat tidur, dari dalam kamar mandi, Raman masih berteriak meminta dibawakan air “Apapun masalahnya, aku harus meminta maaf sama Raman, tapi dimana Raman ?” sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra Ishita kemudian mengetuk pintu kamar mandi “Buka saja !” ujar Raman, Ishita masuk ke dalam kamar mandi dan langsung merasa malu begitu melihat Raman “Ada sabun dimataku, aku tak bisa melihat apa apa” Ishita segera mengisi air di dalam ember dan menaruhnya di depan kamar mandi “Masukkan embernya di dalam” Ishita berusaha mendorong ember itu agar masuk lebih ke dalam, Raman kemudian menyalahkan pada penjaga gedung dan keluarga Iyer yang mengurusi apartemen

“Tapi mereka telah menjalin hubungan denganku sekarang, jadi aku tak bisa mengatakan apa apa lagi pada mereka” Raman masih mengoceh soal keluarga Iyer sambil menutup matanya “Dimana gayungnya ?” Ishita memberikan gayung itu ke Raman, Raman kemudian menyingkap tirai dan masih mengira kalau yang membantunya adalah Rummi “Ruummi, tolong sabuni punggungku” Ishita melihatnya dan berteriak, Raman kaget dan segera menutup tirai tersebut lalu mengambil handuk “Raman, apakah kamu masih marah ?”, Apa yang kamu lakukan disini ?” sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra tanya Raman heran “Apakah kamu terluka, Raman ?”, “Masuklah dan lihat saja sendiri” sindir Raman “Aku tak tertarik melihat kamu”, “Lalu kenapa kamu masuk kesini ?” tanya Raman heran “Kamu kan yang meminta air tadi !”, “Tapi tadi aku kan memanggil Rummi, apakah aku sudah gila dengan memanggilmu masuk ke dalam ?” mereka berdua kembali berdebat

“Rummi tak ada disini !”, “Aku tak percaya padamu ! kamu masuk kesini pasti dengan tujuan tertentu untuk menggangguku kan ?” bentak Raman kesal “Kamu memang sangat kejam ! sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra aku datang kesini untuk membantu kamu dan kamu bukannya berterima kasih, kamu malah menyalahkan aku, aku ini tak seperti kamu, aku tak akan membuat masalah denganmu disini, seperti yang kamu lakukan pada seseorang dengan meninggalkannya sendirian disebuah pesta” Raman lalu menyibak tirai itu lagi dan Ishita kembali berteriak “Aku sudah pakai handuk ! Apakah kamu akan tetap berdiri disitu atau membiarkan aku mandi ?”, “Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan !” Ishita segera berlalu dari sana, Raman kemudian mengunci pintu kamar mandi sambil berujar “Siapa tahu ia akan kembali lagi kesini !” ujar Raman kesal

Rummi sedang berada di luar bersama teman temannya “Tidak usah tegang, kita pasti akan lulus dengan nilai yang tertinggi !” Rummi menghibur salah satu temannya “Kalau kamu punya uang, maka tak ada yang tak mungkin” saat itu nyonya Bhalla menelfon Rummi “Rummi, apa yang terjadi pada tandon air, apakah Raman sudah menanyakan padamu tentang hal ini ?” tanya nyonya Bhalla “Urusi semuanya dengan cepat ! Raman sudah marah marah dari tadi !” setelah menutup telfonnya, Rumi bilang pada teman temannya kalau pacarnya yang menelfonnya “Biasa pacarku sangat kangen padaku, jadi aku pergi dulu !” Rummi segera pergi meninggalkan teman temannya

Raman keluar dari kamar mandi dan berkata pada dirinya sendiri “Apakah bisa seseorang masuk ke dalam kamar mandi seperti itu ?” ujar Raman kesal dan dilihatnya bajunya sudah ada diatas tempat tidur “Siapa yang mengeluarkan bajuku ?” Ishita masuk ke dalam kamar dan berkata “Aku yang melakukannya !”, “Apa yang kamu pikir ? Apakah aku ini seorang Iyer dan akan mengenakan semua pakaian ini ?” sindir Raman “Ini kan hanya kombinasi yang klasik”, “Kalau begitu terapkan kombinasi klasik ini untuk dirimu sendiri” sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra ujar Raman sambil mengembalikan baju pilihan Ishita ke dalam lemari lagi “Tapi aku telah melihat kombinasi seperti itu sebelumnya”, “Kamu ini buta warna atau apa ? Coba kamu cek lagi, cek dengan matamu !” Raman mengeluarkan baju pilihannya sendiri dan berkata

“Ini ia yang disebut kombinasi” dari luar Mihika mendengar ucapan mereka, Mihika langsung masuk ke kamar Ishita dan Raman sambil berkata “Jadi seperti ini caramu bicara dengan kakakku ? Kemarin kamu mendukungnya dan hari ini kamu kembali bertengkar dengannya”, “Apakah dalam keluarga Iyer selalu memberikan ceramah setiap saat dan lagi ini adalah kamarku, sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra aku bisa melakukan apapun yang aku suka, ini bukan masalahmu Mihika” ujar Raman menimpali sindiran Mihika “Aku juga tak tertarik masuk ke kamarmu, aku hanya mendukung kakakku saja !” balas Mihika, Ishita mencoba menengahi mereka berdua “Ishita, katakan pada adikmu ini untuk bicara yang sopan”,

“Kakak, katakan pada suamimu ini untuk bicara yang sopan kalau sedang bicara sama kamu” Mihika balas menyindir “Mihika, lebih baik kamu pergi sekarang, kita akan ngobrol nanti” Mihika akhirnya berlalu meninggalkan mereka “Raman, bersiaplah karena kita harus pergi ke sekolah Ruhi” Raman mengangguk, sedangkan Ishita keluar dari kamar, Raman lalu berkata pada dirinya sendiri “Tadi ada masalah di dalam kamar mandi, sekarang ada masalah lagi di dalam kamar, mereka memang tak pernah membiarkan aku hidup dengan tenang” ujar Raman kesal

Di luar apartemen, Ishita menghentikan langkah Mihika dan meminta maaf atas nama Raman “Raman saat ini sedang setres, itulah alasannya”, “Kakak, apakah ia menyiksa dirimu ?” Ishita menggeleng “Tidak, Mihika ,,, ini hanya permasalahan antara suami dan istri yang tak bisa aku jelaskan padamu” Mihika kemudian menggoda Ishita

Tak lama kemudian Ishita pergi ke toko buku untuk membeli beberapa keperluan sekolah untuk Ruhi, ketika Ishita hendak masuk ke mobil, Ishita seperti melihat Simmi, adik iparnya yang saat itu sedang berada di sebrang, Ishita kaget “Aaah rasanya tak mungkin, Simmi kan sedang ada di Dubai, sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra ia tak mungkin berada disini” ujar Ishita pada dirinya sendiri, tapi ketika Ishita mendengar suara Simmi, Ishita semakin heran karena suaranya sama tapi Ishita berfikir kalau itu hanya halusinasinya belaka karena Simmi tak mungkin ada Delhi, kemudian Ishita menjalankan mobilnya.

Raman dan Ishita akhirnya sampai di sekolah Ruhi, Ruhi mengenalkan kedua orangtuanya ini pada gurunya “Kami senang akhirnya kedua orangtua Ruhi datang berdua, meskipun belakangan hari ini banyak orangtua yang tak mempunyai waktunya untuk anak anak mereka” ujar gurunya Ruhi sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra “Apapun yang akan kalian lakukan, apakah kalian bisa melakukannya dengan cepat ?”, “Tentu saja !” kemudian guru Ruhi masuk ke dalam bersama Ruhi, sementara Ishita langsung menegur Raman “Raman, paling tak bersikaplah baik di depan gurunya Ruhi”, “Kamu bisa berpura pura jika kamu mau, Ishita” Ishita merasa kesal mendengar jawaban Raman tapi mencoba untuk mengendalikan emosinya “Aku masuk ke kamar tadi untuk sebuah alasan, aku ingin mengucapkan terima kasih dan minta maaf padamu” Raman tertegun

“Buat apa ?”, “Terima kasih karena kamu telah mendukung aku semalam dan aku minta maaf karena aku telah menampar kamu” ujar Ishita lirih “Lain kali mungkin bisa jadi yang kebalikannya, tanganku dan wajahmu”, “Kita lihat saja nanti, tanganku juga tak terikat” balas Ishita “Jadi seperti ini cara keluarga Iyer mengucapkan terima kasih ?”, “Aku sudah mengatakannya secara baik baik tapi kamu ,,,” Raman segera menyela dan menyuruh Ishita untuk menyimpannya untuk dirinya sendiri, kemudian Raman masuk ke dalam ruangan tempat berlangsungnya acara, Ishita mengikutinya dibelakang Raman sambil berguman kesal

Acara pun dimulai, salah satu guru memberikan pidatonya lalu mereka memulai sebuah permainan “Omong kosong apa ini ?” Ishita mencoba mengingatkan suaminya kalau mereka berada di sekolah “Ini kan pertemuan orangtua murid dan guru tapi disini mereka malah bermain sebuah permainan, aku tak mau ikut dalam permainan itu” Raman segera menghentikan salah seorang guru dan bertanya berapa lama lagi acara ini akan berlangsung ? sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra “Hari ini kita akan menghabiskan sepanjang hari kita dengan anak anak, jadi lebih baik lupakan pergi ke kantor, tuan” jelas bu guru lalu pergi meninggalkan Raman “Apakah kamu tak bisa memberikan satu harimu saja untuk anakmu sendiri ?”, “Aku bisa memberikan seluruh hidupku untuk Ruhi tapi masalahnya adalah ibunya” ujar Raman,

Saat itu guru mengumumkan kalau permainan yang pertama adalah “Jab We Met” , Ishita langsung melirik ke arah Raman dengan tatapan aneh “Ada apa ?” tanya Raman heran, Ishita hanya mengendikkan bahunya sebagai tanda bahasa tubuhnya kalau tak apa apa “Dalam permainan ini, orangtua akan menceritakan pada anak anak bagaimana mereka bertemu yang pertama kali”sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra kemudian semua orangtua secara satu per satu mulai menceritakannya diatas panggung, Ishita tersenyum, sementara Raman menatap kearahnya tajam, ketika Ishita menengok dan menatap kearah Raman, Raman menyuruh Ishita untuk menatap kedepan, akhirnya giliran mereka pun tiba, keduanya baik Ishita maupun Raman kaget “Ishita, aku merasa tak nyaman kalau harus menceritakan tentang kehidupan pribadiku dan apa yang telah aku lalui” ujar Raman jengah

Ishita melihat wajah sedih Ruhi yang menatap ke arah mereka dan berkata “Aku yang akan menceritakannya” Ruhi langsung senang begitu Ishita bersedia untuk maju ke depan “Kamu ini terlalu introvert (tertutup), sudah santai saja, biar aku yang maju ke atas panggung”, “Oke, silahkan maju” Ishita bergegas berdiri dan maju ke depan, dalam hatinya Raman berkata “Dia pasti akan membuat drama lagi disana” bathin Raman gusar, begitu sampai di depan panggung, Ishita mulai bercerita tentang bagaimana Ruhi yang sakit gigi dan Raman membawanya ke kliniknya,

Ishita menceritakan semua yang baik baiktentang Raman, dari tempatnya duduk Raman merasa heran “Dia ini seorang dokter gigi atau penulis cerita ?” bathin Raman dan Ishita masih terus berbohong dan memuji suaminya itu sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra “Ayahnya Ruhi itu mempunyai hati yang sangat mulia dan ia juga sangat mencintai Ruhi, ia memang seorang ayah yang penuh kasih” kemudian Ishita mulai menceritakan tentang keluarga mereka berdua “Kedua keluarga kami memang sangat jauh berbeda tapi cinta kami memenangkan hati setiap orang” Raman langsung menutupi wajahnya,

Kemudian Ishita mulai menceritakan tentang acara pernikahan mereka berdua dan makanannya “Ayahnya Ruhi sangat menikmati makanan ala Tamil” lalu Ishita juga bercerita soal Ruhi “Kami sangat beruntung memiliki Ruhi dalam kehidupan kami, Ruhi telah mengikat kami untuk bersama, cintanya telah membuat kami bertiga menjadi sebuah keluarga, I love you, Ruhi” Ruhi langsung membalas “I love you too, ibu Ishi” semua orang bertepuk tangan setelah Ishita selesai bercerita kemudian Ishita bergabung kembali dengan Raman dan duduk di sebelahnya, sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra Ruhi segera menghampiri mereka dan berkata “Ibu Ishi, ibu telah bercerita sangat baik sekali” puji Ruhi bangga, lalu beralih bertanya pada ayahnya “Ayah, apakah ayah sangat mencintai ibu Ishi ?” Raman tertegun dan menatap ke arah Ishita
Previous Post
Next Post

post written by: